9 Sep 2013

Hey Lelaki, sudahkah kau berhijab? ;)

Pas masih semi2 remaja dulu (19-20 tahun itu masuk kategori apa ya?) gue pernah sok2an ikut jadi remaja mesjid di RMPI (Remaja Masjid Pondok Indah) ... yang mana anggotanya satupun ga ada yang rumahnya di Pondok Indah >.<

Judulnya sih remaja mesjid, daaaann yaahh emang siiih pengajian dan kegiatan amal tuh jadi agenda rutin kita. Tapi kalo masing2 disuruh jawab jujur, sebonengnya itu semua hanya sebangsa formalitas. Cuma segelintir aja yang bener2 tujuannya utk kegiatan religi, selebihnya yaaa... biar masuk komunitas gaul, atau buat cari jodoh yang -semoga- beriman (kok semoga? ya harapannya sih begitu, kan nyarinya di lingkup yang agamis gitu lokh!)

Gue tauuu banget bahwa kegiatan2 yang lebih nge-hip saban weekend tuh justru futsal, basket, bowling, bilyar, lari sore di Senayan, dateng ke gigs, dan juga..... dugem (meski bukan berarti pada bejat yah, secara dugem anak2 RMPI tuh dugem bertaqwa, cuma numpang kongko2 n dengerin musik jedang-jeding yang gue ga pernah bisa nikmatin, tapi mereka tetep no alcohol-no drugs-no free sex).

Banyak juga yang tujuannya ikut jadi remaja mesjid tuh untuk makin mengasah kemampuan berorganisasinya. Mereka bisa seringkali sukses bikin acara2 religi yang menyedot banyak audiens, tapi pas inti acaranya sendiri mereka ga ada, misal pas ceramah dari da'i yang diundang.

Bukan mo ngejelekin nama Remaja Mesjid yaaa.... (alah gaya gue dah kayak emak2 yg kumpul di gerobak tukang sayur pagi2, ngalor-ngidul ngegosipin orang, tapi ujung2nya bilang "Bukan mo ngomongin orang loh iniiii..." seakan2 dengan gitu malaikat Atid trus ga jadi nyatet dosa dan bilang "Ooohh gituuu, kirain dari tadi ngomongin oraaangg...")

Maksud gue, ya jangan digeneralisir, karena ga semuanya begitu.

Yang sungguh2 demi memperdalam iman pun ADA. Gue kenal sama salah satunya. Seorang perempuan berhijab sesuai syar'i, yang selalu duduk paling depan, mencatat setiap ilmu yang disampaikan di tiap acara RMPI, lalu begitu di kampus (iya dia satu kampus sama gue di Harvard Moestopo.... ) dia mengumpulkan teman2 perempuannya di mushola kampus dan menyi'arkan ilmu yang sudah dia dapat di RMPI kemarin. Subhanallaahh.... bener2 anak muda yang jadi kebanggaan Allah.

Lah ini sebenernya gue mo cerita apa? Kok rasanya makin jauh dari judul??

Jadi, maksudnya kalo gue nyeritain sisi negatifnya, jangan prejudis bilang kalo kegiatan remaja mesjid itu pasti negatif.

Gue lanjutin ya yang sisi negatifnya...... *tampang inosen O.o *
*mengamankan bakiak, batu bata, dan botol saos dari jangkauan pembaca*

Suatu hari, lagi ngobrol2 sama anak2 RMPI, kita jadi nyambung ngomongin soal jilbab.

Singkat cerita, seorang sahabat gue, cowok, bertanya, "Ya jadi menurut lo jilbab itu wajib gak?"

Gue nyaut "Ya wajib lah. Ada di Qur'an kok aturannya."

"Lho, udah tau wajib kok lo belom jilbaban?" dia nanya retorik sambil ketawa kecil.

Ingin banget gue saat itu menjawab "Lo sendiri juga udah tau kalo sholat 5 waktu itu wajib, kenapa suka bolong2 sholatnya?" ......... tapi gue suka nggak tega memojokkan orang.

Banyaaakkk banget yang kita semua udah tau dan udah khatam dari kecil tentang apa aja yang wajib, apa yang haram, tapi apa lantas semua muslim benar2 langsung mengamalkannya dengan sempurna di kesehariannya?

Faktanya, sekadar tau aja nggak menjadikan kita lantas pasti mengamalkannya kan? Masing2 jiwa itu waktu berprosesnya berbeda2 kan?

Jika tidak, maka persis setelah diajarkan pelajaran agama kelas 1 SD, kita semua simsalabim langsung jadi MUSLIM YANG IDEAL.

Itu satu hal.

Hal lainnya adalah, pembahasan yang semacam ini nih.... ada banyak versinya. Yang intinya, begitu mudah jari2 kaum muslim menuding muslimah.

Muslimah harus begini. Muslimah harus begitu.

Berapa banyak buku2 Islami yang bertebaran di toko2 buku yang temanya tentang "Bagaimana jadi Muslimah yang baik" , "Dosa-dosa wanita Muslimah", "Kenapa lebih banyak perempuan yang masuk neraka" dan ratusan tema lainnya yang selaluuu... berkutat di seputar perempuan muslim.

Siapa penulisnya? Kebanyakan kaum lelaki.

Gue sih berterimakasih, kalo dilihat dari sisi telah diingatkan. Tapi..... menaikkan sebelah alis, kalo melihat dari sisi: betapa tidak imbangnya dengan tema yang membahas tentang kaum lelaki muslim?

Hilir itu bagaimana hulunya.

Murid itu bagaimana gurunya.

Makmum itu bagaimana Imamnya.

Pertanyakanlah kualitas kalian sebagai Imam, kenapa makmumnya sampai dianggap begitu pendosa dan harus selalu dituding?

Bagaimana sebelum terlalu fokus selalu membahas dosa2 perempuan dan kewajiban2 perempuan, sibuklah membahas "Bagaimana jadi imam yang baik dan sukses", "Bagaimana jadi suami idaman  istri", "Bagaimana jadi ayah yang di hari tuanya tidak dijauhi anak2", "Cara2 menjadi teladan", "Seberapa jauh kewajiban sebagai imam telah dijalankan"..... dll, dsb....

Karena, historically and factually, bukankah kaum lelaki yang senantiasa jadi sumber kerusakan di muka bumi ini?

Perkelahian, tawuran, peperangan, pembunuhan, pemerkosaan, KDRT, perampokan, tindak2 kriminalitas, dll...

Saking sudah jamaknya, jika lelaki yang melakukan kejahatan kita hanya mengomentari tindakannya, tapi jika sampai ada perempuan yang melakukan.... pasti diimbuhi kalimat "Ya ampun, padahal dia perempuan lho!" itu sedikit bukti bahwa perempuan memang bukanlah spesies yang dekat dengan tindakan penghancuran, kekerasan, dan kejahatan. Kalopun ada, itu pasti dianggap special case.

Lalu, kenapa berfokus pada kaum wanita, hey para lelaki?

Dan kalo balik ke soal "hijab", balik ke temen cowok gue tadi yang -seperti kebanyakan cowok- menuntut para muslimah untuk SERTA MERTA berhijab dengan sempurna di detik mereka tau bahwa berhijab itu wajib, ............. gue jadi pengen nanya nih....

Oi lelaki, kalian tau bahwa yang punya aurat bukan semata2 perempuan kan?

Kalian tau batasan aurat kalian, gak?

Hanya 3 jengkal. Benar2 harfiah 3 JENGKAL.

Dari pusar sampai ke lutut. Cuma segitu. Secuil. Nggak seberapa dibanding aurat wanita yang seluruh tubuh, hanya mengecualikan wajah dan telapak tangan.

Secuil 3 jengkal itu, sudahkah kalian tutup dengan benar??

Apakah kalian mengira dengan bercelana dan berbaju atasan itu berarti sudah menutup aurat sesuai syar'i?


"Saya ini seorang muslim!"

"Mana kami tau?"

"Kenapa? Apa karena Anda berbaju gamis dan saya tidak?"

"Bisa jadi."

"Apakah baju itu menjadi penentu seseorang itu muslim atau bukan? Semata2 karena baju saya tidak seperti Anda lalu kemusliman saya diragukan?"

"Saya tidak bilang begitu. Tapi penampilan luar memang menjadi identitas seseorang, dan menjadi penentu kesan pertama orang yang melihatnya. Itu fakta."

"Apakah baju saya kurang sopan? Saya memakai baju lengkap."

"Sopan menurut standar apa? Lihat celana Anda, ketat membungkus kaki hingga terlihat jelas lekuk2nya. Kami juga punya paha, tapi toh kami tidak perlu memamerkannya?"

"..........."

"Sekarang coba Anda berdiri dan berposisi ruku' ."

Bangkit dari kursi dan membungkukkan badan dengan posisi punggung dan kepala sejajar (posisi ruku' dalam sholat).

"Baju atasan Anda yang pas2an sepinggang itu tersingkap saat Anda dalam posisi membungkuk seperti ini. Bagian bawah punggung Anda jelas terlihat. Bayangkan, bagaimana Anda bisa menghadap Allah dalam sholat sedangkan aurat Anda terbuka karena pilihan baju Anda (yang tidak sesuai syar'i) ?"

"................"

Sepotong dialog antar 2 orang lelaki dalam sinet religi "Para Pencari Tuhan" bulan puasa kemarin yang gue tonton bareng Mbul tiap sahur itu bikin kita tersadar. Bener banget ya, laki2 kan juga punya aurat yang juga wajib dihijabi, dan bukankah berhijab itu bukan hanya membungkus aurat (apalagi dengan ketat atau transparan) tapi menutupi sesuai syar'i?

Sebegitu sibuknya para imam kehidupan yang berwujud kaum lelaki ini dalam "membahas" kewajiban2 dan dosa2 perempuan, sampai2 mereka lalai dengan kewajiban2 dan dosa2 mereka sendiri. Ironis :D

Apakah agamanya yang salah? Hehe, Islam mah udah komplit dan adil, bahkan sangat memuliakan perempuan. Kebanyakan kaum lelaki lah yang berkontribusi besar dalam membuat image seakan2 Islam itu memberatkan perempuan.

Seandainya gue ketemu lagi sama temen RMPI gue saat itu, mungkin gue bisa iseng bertanya balik... "Cuma 3 jengkal aja kok masih juga belum dihijabi?" :D


Tapiii.... ah, sudahlaaaah.......


dari sini

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

7 komentar:

si kepik mengatakan...

suka deh sama tulisan jeng des ini.... masih setia ngikutin PPT juga selama ramadhan kemarin? (yaeyalah yg laen kurang layak tonton bukan? wkwkwkwk)

de asmara mengatakan...

Jeng kepiiikk... Aq jarang buka blog skrg, cuma kl pas posting aja.
Suka n setiaaa bgt sama PPT , sejak msh pacaran sm gembul smp skrg jd tontonan wajib kita berdua saban Romadhon... Bakal sedih bgt kl PPT smp ga ada lg :'/

Anonim mengatakan...

Desiiii.. I miss uuuu... Apa kabar teman?

Anonim mengatakan...

Btw, ini teman dekatmu dulu yg katanya urakan tp rajin shalat :-p hehehe

Anonim mengatakan...

Btw, ini teman dekatmu dulu yg katanya urakan tp rajin shalat :-p hehehe

Kang Zeer El-Watsi mengatakan...

izin nyimak blognya ya...sukses selalu... ditunggu juga kunjungannya ke blog saya untuk dapatkan ilmu dan amalan ampuh di
http://jagadkawula.blogspot.com/

Senyumku dakwahku mengatakan...

Karena Hidup Wanita Istimewa, percayalah !
Awalnya saya ingin memaparkan mengenai keistimewaan wanita menurut sudut pandang agama Islam, saya suka karena saking istimewanya. namun referensi saya tidak begitu banyak - dan jujur masih takut salah jika dituliskan apalagi dokumen yang bisa abadi seperti ini. hanya saya punya keterangan yang saya yakini dan keterbatasan verbal yang membuat saya sulit mengungkapkannya. walaupun demikian saya akan perbaiki dan semoga bukan menjadi halangan yang berarti, ketika saya 'blak-blak-an" dalam sharing kepada sahabat saya yang istimewa-anda semuanya.
saya akan coba megajak anda berpikir mendekati hal yang saya maksud, begini
pernahkah anda berpikir mengapa wanita harus menutupi aurat ?
atau mengapa wanita menggunakan perasaan yang lebih dominan dalam bertindak ? seperti mudah tersinggung, sensitif dan menangis ?
mengapa Allah membuat wanita datang bulan setiap bulan ?
mengapa wanita memiliki rahim dan mengandung selama kurang lebih 9 bulan ?
mengapa wanita melahirkan ?
mengapa wanita menyusui ?
bahkan Rasul mengatakan tiga kali atas Ibu daripada Ayah ?
bukan hanya karena waita ingin dimengerti, tapi karena wanita istimewa, Ya Anda wahai wanita, anda istimewa, Ya anda wahai yang lahir dari kaum wanita, anda pun istimewa karena terlahir dari rahim seorang wanita yang istimewa... (maksud saya tidak membandingkan wanita dan pria), keduanya istimewa, memiliki kelebihan masing-masing. , hanya saya akan menjelaskan lebih banyak tentang wanita, ya tentu karena saya seorang wanita
pahamilah akan keistimewaan anda yang tidak setiap makhluk memilikinya, anda yang hanya merasakan sebagian kecil yang saya sebutkan di atas. berusahalah memahami bahwa anda istimewa sebagai wanita, tak peduli apakah mereka kata wanita "racun dunia" sekalipun, ya racun untuk para "tikus, itu sih bagaimana pribadi wanita itu sendiri,
karena bidadari di surga pun akan cemburu oleh seorang wanita, tentu wanita yang shalehah,
tolong atur pikiran anda untuk mengkondisikan bahwa anda wanita yang istimewa dan akan melahirkan generasi yang rabbany, yang akan menjadi motiv kebaikan, keanggunan yang menjelma adalah kekuatan yang bersinergi dengan doa-doa yang terpanjat untuk kekuatan yang tak terkalahkan.

Salam @ http://senyumkudakwahku.blogspot.com/

Posting Komentar