Maksudnya, lagi2 bahas soal fatwa :P
Sebenernya
postingan kemarin rasanya sudah cukup. Tapi apa karena gaya gue nulis suka kebanyakan becanda ya jadi poin2 yang gue maksud jadi kurang tersampaikan dengan baik.
Sebelumnya, gue ingin menegaskan bahwa gue BUKAN dan insya Allah TIDAK INGIN termasuk dalam golongan orang2 yang:
1. Prejudis. --> Menghakimi sesuatu saat belum mendapat informasi yang cukup memadai. Saat gue belum begitu mengerti, gue lebih memilih diam. Dan jika hal itu menarik minat gue, maka gue bakal berusaha mencari tau lebih dalam. Setelah lebih mengerti, barulah gue bersuara.
2. Impulsif. --> Melakukan sesuatu dengan sekonyong-konyong / keinginan yang muncul tiba2. Untuk hal2 semacam beli pajangan yang lucu2, baju buat Kalum, itu memang SHERIIINGG! Tapi untuk urusan berpendapat, gue paling emoh latahan. Hanya karena lagi rame bahas itu so gue ikut2 bahas juga.
Nope. Not me. Gue membahas sesuatu karena itu penting di mata gue, terlepas apakah tema itu sedang
hip atau udah basi.
3.Anti total / fanatik total. --> Mo bener kalo udah anti semuanya dipandang salah, mo salah kalo udah fanatik semuanya dipandang bener. Wah, enggak deh. Buat gue, kata2 'kebenaran hanya milik Allah semata' itu ya harus bener2 dimanifestasikan. Kebenaran bisa datang dari mulut seorang ulama, atau orang biasa2 kaya gue, atau bahkan bajingan penjahat sekalipun. Tapi bukan dari mulut siapa kebenaran itu meluncur yang harus kita permasalahkan, karena tiap kebenaran yang terucap, bukan berasal dari kita melainkan dariNya.
Jadi jangan anti mengakui kebenaran meski datangnya dari orang yg kita anggap tidak
capable, dan jangan takut mengakui kesilapan seseorang meski orang itu dikenal begitu dalam ilmunya. Dan mohon dengan sangat, jangan menyamakan mengkoreksi dengan tidak menghormati :)
Okey, balik ke soal fatwa.
Daripada terlalu panjang ngemeng, rasanya bakal lebih enak kalo gue kasih gambar aja ya. Nah mari perhatikan gambar Bu Guru di bawah ini, anak-anak....