30 Jul 2014

Tepi Juli



Seorang bijak berkata, 
"Wanita selalu mengembalikan 
yang lebih untuk pria." 
Jika kamu memberinya rumah, maka ia akan 
memberimu kehangatan dalam rumahmu. 
Jika kamu memberinya beras, 
ia akan mengembalikan nasi untukmu. 
Jika kamu memberinya cinta, 
ia akan memberimu pengabdian seumur hidupnya.

 
Sungguh aku bersyukur


Dulu aku tidak menyerah memberimu pengertian

Bahwa sebagai mahluk perempuan, sudah fitrahku pencemburu. Terluka aku, jika kekasih memuji atau menatap terpesona pada perempuan lain. 

Bahwa sebagai perempuan, aku diciptakan takluk pada kelembutan dan kasih sayang. Tak bersemangat hidupku tanpa belaian atau kecupan lembut pasangan. 

Bahwa sebagai perempuan, yg oleh dunia senantiasa disepelekan dan direndahkan, merasa tak berarti aku tanpa pengakuan hebat, pun pujian ringan, dari imam kehidupanku. 

Sungguh aku bersyukur

Kau mau belajar memahami itu semua. Padahal bahasa kita berbeda. Kau mahluk Mars, dan kampungku Planet Venus.

Begitu besar hatimu, sudi menerima masukan dan permintaan dari makmummu.

Kau mengakui, bahwa sudah ketetapan Tuhan jika harta, tahta, dan wanita akan jadi godaan terkuat bagi lelaki sepanjang masa. Tapi atas nama iman dan cinta, kau berjanji  akan mengarahkan mata, hati, dan fikiranmu, hanya untuk seorang perempuan. Aku.

Ketika kau wujudkan itu semua, di hadapan pun di belakangku, taukah kau bahwa tak ada kebahagiaan lain melebihi ini sebagai  seorang istri?

Kau mengakui, bahwa sudah fitrah lelaki memiliki sifat pemburu. Begitu gencar saat belum memiliki, nampak tak peduli ketika telah resmi. Tapi atas nama iman dan cinta, kau menolak tunduk pada sifat itu. 

Genggaman tangan saat kita menonton TV, belaianmu di punggungku saat kita berdekatan, rangkulanmu di pundak bila kita jalan bersama, bukan untuk menuai pujian orang. Melainkan untuk mengejawantahkan rasamu dalam prilaku.

Ternyata ada kebahagiaan lain yang melebihi sebelumnya. Kemesraanmu.

Kau mengakui, sungguh tinggi ego lelaki. Senang berkata bahwa perawatan dan pendidikan anak tanggungjawab penuh ibu, tapi menepuk dada menerima tiap pujian manusia atas pertumbuhan dan kepintaran anak-anaknya, mencuri kebanggaan yang bukan jerih payahnya. 

Dan aku terharu, ketika kau tidak seperti lelaki lain. Selalu menjunjung namaku atas setiap pujian tentang manusia2 kecil kita. Selalu mengalihkan uluran tangan mereka ke arahku, tiap kali mereka ingin mencium punggung tanganmu lebih dulu dibanding kepadaku usai sholat, "dahulukan ibumu" begitu selalu ucapmu pada mereka. Dan yang paling penting, kau tak pernah mengharamkan tanganmu dari ikut mengurus langsung anak2 kita. Kau tau persis, makna kata "Ayah" tidak selesai hanya dengan mencari nafkah.

Oh, ternyata, masih ada rasa bahagia yang lebih lagi dari sebelumnya. Ketika seorang lelaki mampu mengalahkan ego demi pasangan, justru saat itu lah sang pasangan merunduk setakzim-takzimnya pada lelaki yang demikian. 

Atas setiap kesetiaanmu, telah menjadikanku istri yang makin ingin menjaga diri utuh untukmu. Atas setiap kemesraanmu, telah membuatku semakin semangat mengabdikan diri padamu. Atas segala pujian dan pengakuanmu, berhasil menjelmakanku sebagai istri yang begitu memuja, menjunjung tinggi, dan menghormatimu. 

Sungguh aku bersyukur

Dulu aku mau meredam ego, ketika kau memiliki pinta

Agar aku melepaskan semua sahabat-sahabat lelakiku. Mereka yang bersamanya aku mencurahkan isi hati, menemani kemana pergi, bercanda sesuka hati...... kala lajangku.

Kau meminta, agar cukuplah dirimu yang menjadi sahabat lelaki seumur hidupku. Menjadi bahu untuk menangis di atasnya, menjadi diary untuk bercerita segala apa, menjadi tangan untuk digenggam kemana pergi, untuk terbahak atas segala canda ria. 

Sejak kini, hingga senja kala kita nanti.

"Tak cukup kah aku menjadi sahabatmu?" Ragumu saat dulu. Dan kupandang utuh sosok lelaki di hadapan, di ruang tamu orangtuaku saat kita masih merancang pernikahan. Aku mengulum senyum, ah rupanya fitrah lelaki pun pencemburu. 

Apa lagi yang kucari, sayang? Dalam dirimu kutemukan segala yang kubutuhkan. 

Alhamdulillaah tanpa akhir.

________________________________


Selamat hari lahir, suamiku, kekasih hatiku, sahabatku, teman diskusi & debatku, abangku, guruku, diaryku, 4ever&1 ku................. ................. gembulku :) tupanam

_________________________________ 




Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

0 komentar:

Posting Komentar