21 Agt 2009

Berdamai dengan keburukan

Pernahkah lo ngerasa fed up sama sifat jelek seseorang? Seseorang yang dekat, bahkan? Keluarga, pasangan, sahabat? Yang tidak bisa semudah itu lo tinggalkan, tapi kalo lo bertahan lo mesti menebalkan iman setebal bedaknya Krisdayanti...?? Pasti tersiksa sekali ya rasanya. Kasian ya... lho kok malah ngasianin? Iya, gue pun sering merasakan hal tadi. Sampai suatu ketika gue melihat sebuah iklan produk gula diet yang luar biasa indah....


Seorang lelaki rebahan di sofa menonton TV dengan santai. Istrinya lewat memunguti baju2 kotor dan benda2 milik si suami yang berserakan di seluruh rumah *yg udah pasti akibat sifat jelek si suami yg dasarnya berantakan!*. Saat melintasi suaminya, si suami melepaskan sepatu menggunakan kakinya dan pluk.. jatoh di lantai, tanpa bergeming dari sofa, tanpa mengalihkan tatapan dari TV seinci pun. Sang istri memungut sepatu tsb, lalu menggelengkan kepalanya dan tersenyum penuh sayang menatap sang suami.

Ternyata suami bukannya tak punya hati, ia membuat 2 cangkir teh, untuknya dan untuk istrinya. Saat hendak memasukkan gula biasa, istri mencegah dan menyodorkan gula diet yg diiklankan (eng ing eeeng.. ini lah bagian inti dari iklan tsb, tapi mari kita cuekin bagian ini karena bukan ini yg mo gue bahas). Lalu mereka minum teh berdua, setelah selesai sang suami mengambil kedua cangkir kosong mereka untuk dibereskan. Baru saja senyum sang istri hendak mengembang, ternyata suami meletakkan 2 cangkir tadi dengan sembarangan di atas tumpukan baju kotor dalam keranjang. Dan sang suami berlalu sambil garuk2 pantat, sang istri memutuskan untuk jadi tersenyum....... penuh kelembutan.... penuh cinta..... menatap suaminya... :)


Dulu, gue menatap iklan itu selalu penuh dengan kecemburuan. Luar biasa! Mereka berdua sungguh luar biasa!! Gue ingin cinta yang seperti itu!

Tapi rasanya jauh sekali, saat gue realistis memandang diri sendiri. Harus gue akuin dalam berpasangan gue adalah pribadi yang penuntut. Sangat. Penuh dengan idealisme kisah percintaan klasik dari negeri dongeng. Tapi apapun yang gue tuntut dari pasangan, pasti selalu gue dului dengan fakta bahwa gue pun memberikan apa yang jadi tuntutan gue tadi. Fair enough, no?

Mungkin fair sih. Hanya saja kompensasinya...... rasa2nya jauh sekali dari nuansa yg ditampilkan oleh iklan tadi. Ya gimana mungkin? Gue menuntut merubah hal2 yg mungkin sudah mendarah daging dari seseorang, karena itu adalah kebiasaan yg tumbuh di sepanjang hidupnya.

Gue bukan orang yang percaya dengan prinsip 'menerima pasangan apa adanya'. Gue adalah orang yang percaya bahwa hubungan berpasangan yang sehat adalah yang saling memperbaiki keburukan satu sama lain, memperkuat kelemahan satu sama lain, intinya...bertumbuh bersama menjadi pribadi yang lebih baik. Kita gak boleh pasrah menerima kejelekan hanya dengan tameng "emang udah gini dari sononya". Emang sih konsekuensinya ya jadi banyak melalui perdebatan dan keributan :P

Akhirnya gue cuma bisa sirik sama pasangan dalam iklan itu, tanpa ngerti gimana rumusnya bisa jadi kaya' mereka berdua.

Setelah perjalanan kesana kesini, akhirnya takdir gue sampai juga ke sesosok makhluk yang Tuhan udah tetapkan jauh sebelum gue lahir untuk menjadi suami gue. Makhluk Tuhan yang mengajarkan banyak hal ke seorang Desy yang dodol, keras kepala, dan suka egois dalam berpasangan.

Gembul yang akhirnya ngajarin bahwa berusaha merubah kekurangan pasangan itu bagus, tapi kita harus tahu kapan waktunya harus berhenti. Ada kekurangan2 yang bisa diperbaiki dengan relatif mudah, tapi sampai pada titik tertentu, segala usaha keras udah kita kerahkan, pasti ada satu dua kekurangan yang gak kunjung menunjukkan gejala perbaikan yang signifikan. Pada titik itu lah kita harus berhenti, menatap pasangan kita dan berkata dalam hati, "Oke, untuk kekurangan yang ini gue akan tersenyum aja ngadepinnya...".

Kenapa?

Karena ada satu dua karekter di diri tiap orang yang 'DIA BANGET'. Coba deh longok diri kita masing2. Pasti ada satu dua karakter yg 'GUE BANGET' yg gak semudah itu untuk dirubah meskipun kita udah setengah mati berusaha memperbaikinya.

Buat si pemilik kekurangan (sebutlah si A), itu adalah Pe-eRnya seumur hidup. A nggak boleh nyerah meskipun susah. Tapi buat orang2 yang sayang sama A, mereka mesti berbesar hati untuk menerima kekurangan yg 'A BANGET' tsb ............. sebagai satu paket.

Karena pilihannya hanya 3.

Pertama, kita selalu ribut saat kekurangan itu muncul. Kedua, kita lelah ribut, dan pergi meninggalkannya. Atau yang ketiga, kita masing2 berdamai dengan satu dua kekurangan satu sama lain. *Tentunya kekurangan yg sifatnya gak prinsip ya... bukan hobi selingkuh atau KDRT *

Cobain deh... :) Gue sedang belajar melakukannya tahun2 belakangan ini, dan setiap gue kalut dan putus asa dengan jalan buntu bermasalah dengan orang2 yang gue sayang (keluarga, pasangan, atau sahabat), lalu gue tersadar bahwa itu adalah 1 paketnya dia.... pada akhirnya gue bisa memiringkan kepala dan nyengir kuda........ "Alah, elo banget siiiyy....".



Dan gue nggak cemburu lagi sama iklan tadi.





Mohon maaf lahir bathin,
selamat beribadah di bulan Ramadhan ^^

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

7 komentar:

Tanti Kursyaf mengatakan...

"saling memperbaiki keburukan satu sama lain, memperkuat kelemahan satu sama lain, intinya...bertumbuh bersama menjadi pribadi yang lebih lebih baik."
aaaahh..desi.... cute bgt sih post lo ini...

btw,gue jg promosiin blog lo di twitter.. :p
yg "mubazir itu dosa..."hahahahha...

bingkie mengatakan...

kalo di fesbuk, pasti udah saya kasih "jempol" :)
dulu kakek saya pernah bilang: pernikahan itu ibarat 2 batang lidi. yang pendek mesti dipanjangin dikit, yang panjang musti dipendekin dikit. supaya sejajar. supaya nggak "capek".
saling melengkapi satu sama lain, tanpa merubah kepribadian masing2, tapi saling memahami, menghargai, menghormati, untuk kemudian menyesuaikan dan menyamakan langkah. dan cinta adalah "lemnya". jadi supaya makin kuat, pohon cintanya kudu rajin disiram dan diberi pupuk :)

Paviliun Ferdi mengatakan...

iklan yg itu aku lupa2 ingat... udh lama y??
hehehee,,, pake garuk2 pantat segala...

hmm... aku setuju sama komentator di atas aku, yg bilang "ibarat batang lidi, yang panjang dipendekin, yg pendek di panjangin supaya sejajar..."

Hamster Copo mengatakan...

kemesrahan mereka emang membuat kita iri,,pasangan yang serasi hingga sapa saja ingin memiliki pasangan seperti itu

tapi untung laah mbak enggak cemburu sama mereka lagi hehehe

de asmara mengatakan...

@tanti
ahhh masa' sih gue cute taaann?? eh gue apa postingan gue niy yg lo puji :P

@bingkie
trus saya kasih kelingking, biar saya menang, hehehe *emangnya suit?*
perumpamaan yg bagus tuh soal lidi...!!

@Ferdi
iya iklannya dah lama, udah gak ada lagi tapi masih membekas di ingatan sampe skrg.

@Hamster
belajarlah jadi seperti mereka ya, Ron... ^^ saya nggak cemburu lg karena skrg udah tau rumusnya, jadi bisa belajar jadi kaya' mereka juga

suzhu BITES mengatakan...

hooh, bedaknya krisdayanti tebel banget sampe 6 lapis dari 6 bedak yang berbeda2. Uuups..salah komen, bukan bedak krisdayanti intinya. emang sih ada sifat dari pasangan yg bikin kesel, sekarang sih masih mencoba memahami, tapi klo yang kek iklan jauh banget, soalnya ntu yg jadi istri sempurna banget

nh18 mengatakan...

Namanya juga iklan Bu ...

Yang jelas bener banget ...
Kita nggak akan pernah bisa menemukan seseorang yang perfect banget seperti apa mau kita ... (demikian juga sebaliknya ...)

Posting Komentar