11 Okt 2010

Jangan terlalu percaya matamu


Apakah kotak A lebih gelap dari kotak B?


Banyak orang2 yang mayan bijak berprinsip seperti ini: "Gue hanya akan percaya, saat gue liat dengan mata kepala gue sendiri!"

Ouch, hati-hati! Bahkan matamu pun bisa menipu.

Seorang pria bernama Dave ditulis di koran2 keesokan paginya sebagai pahlawan. Di sebuah kebakaran yang terjadi di sebuah pub malam sebelumnya, setelah semua berhasil keluar karena Dave memecahkan kaca jendela, lalu ia masuk kembali ke dalam pub yang tengah berkobar2 itu untuk menyelamatkan seorang temannya yang bernama Mike yang pingsan di kamar mandi.


_____dari satu episode Desperate Housewives

Puluhan mata menjadi saksi.

Ya, apa namanya itu kalau bukan pahlawan??


Hm, sesungguhnya yang kita lihat sering kali hanyalah potongan2 adegan saja. Adegan penuhnya? Tentu hanya Sang Sutradara yang melihat dari atas :)

Maka inilah versi penuh dari adegan tadi......

Dave adalah orang yang 'kabur' dari perawatan seorang psikiater. Dia sedang menjalani pengobatan dari penyakit psikologisnya, dari dendam kesumatnya terhadap Mike yang Dave anggap telah membunuh istri dan anaknya dalam sebuah kecelakaan mobil.

Begitu psikiaternya mengetahui dimana lokasi kabur pasiennya, ia segera meluncur kesana untuk mencegah Dave dari perbuatan2 yang tidak diinginkan. Saat menemukan Dave di pub, psikiaternya yang mencoba mengingatkan malah Dave bunuh di dalam sebuah gudang di pub itu, lalu ia bakar. Yang beberapa menit kemudian menjadi kebakaran besar hingga memberangus seluruh pub!

Setelah semua berhasil keluar menyelamatkan diri, seseorang berteriak kalau Mike masih ada di kamar mandi. Dave tanpa pikir panjang masuk kembali dan menyelamatkan Mike.

Semua bertepuk tangan atas aksi heroik itu.

Dengan mata kepala, mereka telah terjebak mengambil kesimpulan berdasar apa yang terlihat.

Tanpa mereka tahu, saat Mike ditandu ke ambulans, Dave membisikkan sesuatu ke telinga Mike yang pingsan... "Jangan mati dulu. Urusan kita belum selesai."

Tanpa mereka tahu, bahwa jenazah yang diusung dan dianggap sebagai korban kebakaran itu sesungguhnya adalah sang psikiater, korban pembunuhan yang dilakukan oleh Dave 'sang pahlawan'.

Tanpa mereka tahu, bahwa kebakaran itu adalah buah tangan Dave 'sang pahlawan'.

Tanpa mereka tahu, bahwa Mike yang Dave selamatkan itu justru adalah target pembunuhan Dave yang sebenarnya kelak, dengan rencana rapi tersendiri yang telah ia susun agar pembalasan dendam itu benar2 sekejam mungkin, bukan hanya mati terbakar tanpa merasakan penderitaan karena sedang pingsan.

Kejadian itu adalah 'sampah busuk' yang terlihat seperti 'berlian'. 


Bagaimana jika sebaliknya?

Bagaimana jika ada A yang mencoba menyelamatkan B yang tertusuk pisau di dada hingga berdarah2 dan pingsan, lalu kamu datang melihat kejadian itu dalam frame ini: A sedang pegang pisau yang tertancap di dada B yang berlumur darah. Sementara yang kamu tau, selama ini A sangat membenci B.

Apa yang menjadi kesimpulanmu? 

___________________________


Dalam setiap kejadian yang kita lihat, sesungguhnya ada 1001 kemungkinan penjelasan di balik itu. Jangan terburu2 mengambil satu kesimpulan kala pengetahuan kita belum memadai. Bisa2, yang benar menjadi salah, yang salah menjadi benar.
Saat melihat suatu kejadian tanpa ada informasi yang cukup, mundur dan bersandarlah ke belakang. Tidak usah ambil kursi paling depan dalam aksi sok tau dan menghakimi.

Karena sering kali dalam hidup ini, yang kita lihat hanyalah potongan adegan, bukan rangkaian demi rangkaian utuh.

Karena kita bukan Sang Sutradara. Kita bukan Tuhan.

Ya, cuma Beliau yang memiliki kemampuan itu: melihat seluruh rangkaian adegan tanpa sensor, tanpa proses edit.

Ini adalah satu bukti bahwa bahkan mata kita sendiri pun kadang bisa begitu tricky, dan menipu pikiran kita -->
Kotak A dan B sebenarnya adalah satu warna yang sama


Jadi prinsip ini.... "Gue hanya akan percaya, saat gue liat dengan mata kepala gue sendiri!" mungkin terdengar cukup fair, tapi coba pikir lagi.

Karena apa yang terlihat, terkadang tidak berbanding lurus dengan fakta yang sesungguhnya.





Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

17 komentar:

achie mengatakan...

iyayah.. biar mata juga ga nipu gmn caranya yah mba des? musti beguru sama mba des nih kayanya :p

yessy muchtar mengatakan...

Ya udah, kalo gituh, saya akan percaya, kalo saya baca dari bog ini! *di siram air bekas cucian mangkok bakso abang-abang*

de asmara mengatakan...

.
@Achie
haha, mo berguru apa Chie? Semua juga bisa ketipu sama kondisi yg terlihat. Yg penting bukan soal ketipu ga ketipunya, tapi gimana kita ga gegabah dlm ambil kesimpulan....

@Yessy
oh senangnya akhirnya dirimu sudi main2 kesiniii... *mesen 2 mangkok lagi sama abangnya buat diguyur lagi ke Yessy sebagai perayaan kunjungan ini*
.

chocoVanilla mengatakan...

Waduh, ngeri juga ya, kadang kita turut menghakimi sesuatu yang kita gak tau kebenarannya.

Duh, kalo gitu percayakan saja hidup ini pada SANG SUTRADARA deh :D

Pakde Cholik mengatakan...

Kadang-kadang kita dengan cepat menilai seseorang berdasarkan pandangan mata sekilas saja yang acapkali keliru.
Oleh karena itu sebelum berkomentar sebaiknya dikumpulkan data dan fakta pendukungnya.
Rasanya saya sudah lama tidak berkunjung kemari ya nduk.

Berani ikut Kontes Lagak dan Lagu di BlogCamp ? Hadiahnya sih tidak seberapa tetapi sensasinya memang luar biasa.
Tapi kalau tidak berani ya gak apa2 sih.

salam hangat dari Surabaya

Anonim mengatakan...

setuju...

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

saya disentak dengan artikel ini :D

memang menarik, bahwa pengganti mata sekalipun (si kamera) juga tidak akan melihat kejadian serupa dalam detail yang sama

ndutyke mengatakan...

Saat melihat suatu kejadian tanpa ada informasi yang cukup, mundur dan bersandarlah ke belakang. Tidak usah ambil kursi paling depan dalam aksi sok tau dan menghakimi.

>> setuju gan.. setuju... *kirim cendol* *kaskus mode:ON*

ndutyke mengatakan...

mbak, aku copas sebagian, untuk dipublish disini:
http://ndutyke.tumblr.com/post/1302083613/jangan-terlalu-lekas-menarik-kesimpulan-dan-berasumsi

dan http://tyka82.posterous.com/copas-jangan-terlalu-lekas-menarik-kesimpulan

julicavero mengatakan...

kalo ga percaya mata kita sendiri jd percayanya mesti sama mata orang lain?

Indahnya Kebersamaan mengatakan...

Hemm, harus lebih hati-hati sekarnag

de asmara mengatakan...

@All
bersulaaaang....!! :D

@ndutyke
monggo jeng, be my guess, moga bmnfaat

@julicavero
ehm.... saya terbiasa nulis tema serius dg cara/kalimat2 yg sarkastik, mas...

maksudnya, kalo mata sendiri aja sebagai alat saksi pribadi yg paling bisa dipercaya, ternyata masih bisa 'tertipu'.... gimana lagi mo pake mata orang laen??

coba baca ulang baik2 postingan saya ya, trus baca juga reply dari temen2 yg laen

coba kalo mas Julicavero yg berada di posisi si A yg saya tulis di atas, gimana coba? Rela ga dihakimi atas suatu perbuatan yg tidak mas lakukan hanya karena apes ada saksi mata yg liat di saat yg kurang tepat? Ga fair kan :)

intinya, jangan buru2 menghakimi kalo informasi kita ga cukup memadai...
.

diah mengatakan...

sebelum bobo mau komeng dulu aaahhh...

yg kotak2 itu nooooo.. kok bisa ya sama warna? gw masi penasaran.. hahaha.. gw mau coba yg kata lo liat di sotosop, tp mata uda ngantuk 5 watt, mau komeng ajaaaaa...

eh iya bener bgt des, setuju sekali, ide yg sangat brilian... (ini ngomong apa seh)..
kadang males bgt ngeliat orang yg bisanya cuma menilai, memprotes en bahkan menghakimi tanpa tau sebab musabab ceritera dari awal kejadian.. jadi kasian ama korbannya..

mata memang bisa menipu, bahkan bisa mempengaruhi pola pemikiran dan tingkah laku kita, jadi gw setuju bgt dgn istilah "don't judge people by the cover" alias jangan menilai orang dr isi kopernya.. hahahahaa...

**melenceng dikit gpp laaaahhh...**

Yohan Wibisono mengatakan...

Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

Juminten mengatakan...

menurutku, sesuatu yg "terlihat" dan "tak terlihat" oleh indra sendiri sama2 memberikan kemungkinan utk "menipu" hati dan pikiran.

kalau mau tau yg sebenernya, menurutku ga ada cara lain selain minta "dibukakan mata" oleh Tuhan. :)

hadidot mengatakan...

tulisan yg keren,dengan ilustrasi yg mantap pula. sungguh daku terkesan padamu des *jempol

btw soal jangan terburu2 mengambil kesimpulan itu setuju banget.

di bukunya stephen covey juga ada cerita yg mirip,ada potongan gambar dimana tampak seorang polisi yang sedang mengejar seseorang yg sedang berlari ,dan kita disuruh mencerna gambar itu,ternyata setelah dibeberkan keseluruhan gambarnya,si orang ini dan polisi tadi sedang mengejar orang lain lagi di depan orang yg tadi.
kesimpulannya memang gak boleh mengambil suatu keputusan hanya dengan informasi yg terbatas,kita bisa mislead.

trust your heart not your eyes :)

tamhitam mengatakan...

WOOOOW GUE COBAIN PAKE COLOR PICKER-COREL, TERNYATA ABU2NYA SAMA ANTARA YG A DAN B. RGB: 107,107,107 BENAR2 MENIPU HINGGA KE SANUBARI JIWA YG TERDALAM DAN TERKELAM TSAAAH!!!

Posting Komentar