22 Des 2010

Cinta segitiga yang paling indah

.

"Buat apa mengharapkan pertolongan dari orang yang belum tentu selamat? Buktinya sampe udah ratusan tahun matinya masih harus terus didoakan."

Heihei, sering denger kalimat sinis itu kan tentang kenapa muslim mesti baca shalawat Nabi?

Jangan, jangan dikepret mereka yang ngomong gitu di depan lo. Dan lebih jangan lagi untuk termakan  provokasi murahan semacam itu lalu mulai meragukan kenabian Rasulullah.

Sini deh gue ceritain kisah cinta yang lebih yahud dibanding cerita picisan manapun yang pernah lo denger.



Rasulullah..... sesungguhnya nggak pernah butuh doa siapapun.

Keselamatannya di dunia akhirat telah dijamin oleh Allah sejak awal. Dan ia tau itu. Tapi betapa humblenya seorang Muhammad ya, jaminan itu toh nggak bikin ia lalai dalam beribadah.

Nggak ada satu orang pun di dunia ini yang bisa menyamai kesempurnaan beliau dalam menjalankan ibadah. Nggak ada! Ibadah wajib, ibadah sunnah, ibadah vertikal, ibadah horizontal, secara kualitas maupun kuantitas.

Pernah seorang sahabat bertanya, "Untuk apa engkau sholat sebegitu khusyuk dan lamanya sampai kakimu bengkak2? Bukankah keselamatanmu sudah dijamin oleh Allah?" yang beliau jawab bahwa "Bukankah dengan jaminan itu justru membuatku makin ingin meningkatkan ibadah sebagai bentuk rasa syukurku?"

Mo nangis gak sih lo dengernya? Gue terharu, dan malu. [malu melulu lo Des, ningkatin ibadah kagak!]

Trus, kenapa dong Allah memerintahkan kita baca2 shalawat Nabi sesering mungkin? Kenapa saat mendengar nama Nabi Muhammad disebut, kita mesti menjawabnya dengan mengucapkan shalawat?

Pertama, tentu sebagai penghormatan kepada manusia yang paling mulia ini.

_______________

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepada Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya”. (Al Ahzab: 56)
_______________

Bayangin, Allah dan para malaikat aja bershalawat, gimana kita pengikut Rasulullah?

Kedua, agar kita dikenali olehnya. Ya, sesimpel itu.

Agar Muhammad mengenali kamu, sebagai umatnya. 

Tidak ada 1 shalawat pun yang terucap dari bibir seorang insan, melainkan detik itu juga Rasulullah di 'sana' menjawab dengan mendoakan keselamatan insan itu pula. Maka sering2lah bershalawat, bayangkan ia membalas doa kita dengan penuh cinta dan kerinduan saat itu juga, bayangkan ia segera mengenali kita sebagai umat yang kelak mendapatkan syafa'atnya di hari akhir.

Nggak ada yang lebih Muhammad cintai setelah Allah selain umatnya. Hingga menjelang wafatnya, yang terus ia ulang2 ucapkan adalah "Umatku... umatku...." sebelum akhirnya mengucapkan kalimat syahadat dan menghembuskan nafas terakhir. Keselamatan dunia-akhirat kita lah yang paling ia cemaskan.

Maka shalawat kita pada Rasulullah bukanlah untuk keselamatannya. Ih malu deh kalo sampe mikir gitu!

Melainkan...

Karena ia kekasih Allah yang sepatutnya jadi kekasih kita juga. Bukankah sesama kekasih saling mendoakan?

Karena jauh sebelum kita terlahir, Rasulullah sudah mencemaskan dan mengasihi kita umatnya.

Karena Allah begitu mengasihi kita, begitu ingin kita selamat. Di dunia, Allah utus Muhammad sebagai panduan untuk kita teladani segala sunnahnya dalam kehidupan kita sehari2, di akhirat Allah beri satu privilage terakhir dimana tidak ada syafa'at lain yang berguna di hari penghakiman nanti, kecuali syafa'at dari Rasulullah, atas ijin-Nya.

Inilah, cinta segitiga yang paling indah yang pernah ada di dunia dan akhirat :) antara Allah, Muhammad, dan kita....




Wallahu a'lam. That's so I've been taught.
Please do correct me if I'm wrong.
.

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

12 komentar:

kepik mengatakan...

Subhanallah....
penggambaran yang simpel tapi gamblang.
semoga Allah mencatatnya sebagai tambahan pahala bagi neng Desi. amiiiin...

ita mengatakan...

maaf, komen oot.. :p
saya sudah tamat baca dari post awal sampai post hari ini.. :D
selamat hari ibu, mamanya kalum.. :)
blognya baguuuusss bgttt..

nakjaDimande mengatakan...

Bukan cinta biasa ya Des,
cinta yang saling berkait.

bila kita mencinta yang satu maka yang lain harus ikut dicinta, tidak boleh engga.

Cinta segitiga satu paket. :)

Tanti Kursyaf mengatakan...

desiiiii..desiiii...desiiiiiii. :') lagi2, hal kompleks yang sering bgt orang ribetin. lo jadikan begitu mudah dan santai untuk dipahami dari sudut pandang manapun. ^^

keke mengatakan...

mo cari duplikatnya ada gak yaahhh....
aah ecoy, kamu membuatku mupeng ;P

Newsoul mengatakan...

Subhanallah, tulisan bagus Des.

ita mengatakan...

btw, saya punya award buat mba desy.. :D
iseng iseng aja si, hehe..
cek di blogku ya mbakk.. :)

Anonim mengatakan...

huffh.. gw sampai nahan nafas mbaca tulisan ini. :)

dalam dan kena banget,des..

(Rae)

hadidot mengatakan...

boleh juga paparannya des ;)

sumbang pemikiran dikit boleh gak?

kalau aku punya pemikiran ,bahwa lebih sulit mencintai Allah (karena gaib,tapi bukan gak mungkin ya) ,daripada mencintai manusia. karena manusia lebih mudah dipahami dan ditiru ketimbang berusaha memahami zat Allah yang diluar nalar manusia (Allah maha segalanya gitu lho :P )
nah untuk itulah Muhammad harus kita idolai,kita cintai,kita tiru,karena lebih mudah mencintai sesuatu yang lebih mirip seperti kita,betul kan??

just my two cents :D

Hartinah mengatakan...

nangis baca post ini :*

nanggroe software mengatakan...

salam kenal

da2508fr mengatakan...

--the best posting article..

Posting Komentar