13 Feb 2010

Sayang anakmu? BOHONG!


Ya, kamu telah berbohong......


........jika kamu masih termasuk orang2 yang menggunakan produk yang mengandung styrofoam dan plastik.

Saat tertelan, zat2 styrofoam dan plastik yang melebur dengan makanan dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya, bahkan hingga kematian. Tidak, kamu tidak sayang anakmu. Kamu sudah tau efek2 buruk itu dari berbagai media dan pergaulan, tapi toh tetap kamu lakukan juga, dengan meresikokan anakmu kelak terlantar karena orangtuanya butuh biaya besar karena penyakit yang oleh ulah dan kebodohannya sendiri.

Atau jangan2 dengan tanganmu itu kamu meracuni anak2mu sendiri, dengan memberinya makanan yang berwadahkan plastik atau styrofoam? Sungguh pembohong besar!

Kamu tidak sungguh2 menyayangi anakmu, yang kelak akan merasakan efek negatif dari limbah plastik dan styrofoam yang tidak dapat diuraikan kembali oleh alam.

Saat kamu sudah 'enak-enakan' mati, bukan kamu yang merasakan betapa merananya akibat perbuatan2mu.... tapi anak2mu itu, malaikat2mu itulah, yang kelak menderita, berkat perbuatan egoismu yang dulu tak ambil pusing akan efek jangka panjang dari penggunaan plastik dan styrofoam.



Ya, kamu telah berbohong......

........jika kamu  dengan santainya menggunakan air bersih tanpa kira2, mandi memakai gayung dan bukannya shower (okelah kalo ga punya shower, itu gayung jangan segitu jebar-jeburnya), atau bahkan justru menggunakan bathtub yang boros air itu!! Terus membiarkan keran terbuka saat kamu tengah menggosok gigi, atau sambil menyabuni piring2, atau sambil menyabuni badan, atau hal2 lain yang sesungguhnya tidak memerlukan air terus mengucur, atau mengisi air di ember/bak hingga meluap dan terbuang sia2, atau membiarkan keran yang menetes bocor tak diperbaiki. 


Tiap tetes yang kau boroskan adalah perwakilan dari tiap tetes kebohonganmu.

Semakin banyak air yang kau boroskan, sebesar itu pulalah kebohonganmu akan rasa sayang terhadap anak2mu.

Air bersih tidak abadi, teman. Jumlahnya semakin menipis, dan akan mencapai kepunahan di suatu generasi kelak jika terus begini cara kita menggunakan air. Tak meneteskah airmatamu membayangkan buah hatimu hidup di masa itu? Jangankan mandi, untuk minum saja dia kelak kesusahan?? Terbuat dari apa hati kalian?!?

Email yang berisi gambar seorang anak kecil di sebuah belahan dunia lain menghisap kencing kuda dari kemaluan kuda itu secara langsung karena dia kehausan dan tidak ada air untuk diminum di sekelilingnya, karena itulah air 'terbening' yang bisa dia dapatkan....

Gambar itu tak pernah berhenti membuat saya merinding tiap kali melintas di benak saya. Gambar itu nyata. Telah terjadi di sebuah tempat bernama bumi, jangan biarkan tempat yang bernama 'krisis air bersih' itu meluas dan terus meluas hingga ke seluruh permukaan bumi.

Saya memohon, atas nama anak-anak kita, anak-anak di seluruh dunia. Kecuali jika kamu ternyata memang seorang pembohong.



Ya, kamu telah berbohong......

..........jika kamu menggunakan listrik dan kendaraan bermotor dengan semena2. Ah, saya yakin kalian bukan orang bodoh yang pemikirannya masih primitif toh? Masa iya belum pernah dengar tentang bahaya emisi CO2 yang terbuang ke ozon akibat penggunaan listrik dan mengakibatkan bolongnya ozon?? Atau gas SOx dan NOx yang jika teroksidasi dan larut dalam tetes-tetes awan dapat menjadikan hujan menjadi hujan asam,  yang mana hujan asam ini berdampak buruk terhadap lingkungan?

Kalo belum pernah dengar, malu2in tinggal di era informasi bisa nggak tau. Kalo memang sudah pernah dengar, dan tetap termasuk yang tidak peduli, saya doakan, semoga Tuhan memberikan hidayah di hati yang keras dan kaku seolah bukan hati manusia itu.

Tidak mati kita jika hanya di ruangan2 yg ada orangnya saja yang lampunya menyala. Tidak patah tangan kita hanya sekadar menyopot stop kontak saat alat2 listrik sedang tidak digunakan, karena bila dibiarkan terus tercolok, energi listrik akan terus mengalir. Tidak merendahkan harkat dan martabat kita sebagai manusia jika kita lebih memilih berjalan kaki atau bersepeda saja ke tempat2 yang terjangkau, atau di hari libur dan di jam2 yang tidak macet kita memilih untuk naik bus saja untuk janji temu dengan teman atau klien.

Ah entah, mungkin kepala kalian lebih terangkat bangga dengan gaya hidup yang anti hijau. Mungkin kesengsaraan anak2mu kelak adalah prioritas kesekian dibanding gaya hidup kalian......




Ya, karena kamu adalah seorang pembohong......

.... yang tak risau akan borosnya penggunaan kertas, tisu, dan pospak (diapers).

Mencetak tulisan seenaknya, salah sedikit buang kertas dan tarik lagi kertas baru. Tisu dicomot berlembar2 padahal hanya untuk digunakan menyisip titik noda di ujung bibir. Anak dibiarkan terus manja menggunakan pospak tanpa pernah berusaha melatihnya buang air di kamar mandi.

Bumi kita sudah gundul! Baru bicara 3 hal saja: kertas, tisu, dan pospak, itu sudah menyumbang kontribusi terbesar dalam pembotakan bumi dari pepohonan. (satu milyar pohon ditebang tiap tahun hanya untuk pembuatan pospak bayi!!)



Dan apa kalian termasuk orang2 bodoh yang gemar menjawab seperti ini -->
"Ah saya kan cuma satu orang. Nggak sebegitu berpengaruhnya lah kalaupun gaya hidup saya nggak terlalu 'hijau' "

Ya, selamat bergabung dengan milyaran orang bodoh lainnya seperti Anda. Dan selamat, berkat cara berpikir yang memprihatinkan itulah kalian telah membunuh generasi2 masa datang (bahkan yang belum terlahir) dengan tangan2 egois kalian di masa kini.

Jika kalian termasuk dalam para pembohong dan egois seperti yang saya tulis di atas, silakan tersinggung. Dan semoga setelah merasa tersinggung, kalian lalu malu hati dan memperbaiki diri. Hanya itu satu2nya cara untuk membuktikan pada dunia dan diri sendiri bahwa kalian memang masih manusia.



.

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

8 komentar:

udung mengatakan...

maaf aku tidak berbohong, aku hanya tidak tahu.. sekali lagi maaf

de asmara mengatakan...

@udung
jadi setelah tahu...... ?? mari kita buktikan dg tindakan nyata bahwa kita memang benar2 sayang sama anak2 kita. tidak cukup hanya dg mencari nafkah. tidak cukup...

Syifa Ahira mengatakan...

wah.. salut sama postingan mba..
kalo dipikir-pikir bener juga ya..
meski mengubah persepsi orang lain susah..
aku berubah mulai dari diri sendiri aja deh..
moga aja tulisan mba bisa ngingetin semua sahabat blogger.. amin..

mba, ada award buat mba.. dijemput ya mba..

Newsoul mengatakan...

Sebuah postingan dengan visi ke depan, kehidupan yang berkelanjutan, dan, he, Desi banget. Nice post.

Neng Keke mengatakan...

Emang agak ngerepotin ke mana2 bawa kotak makan, daripada mau beli bubur doang, dikasihnya styrofoam :( Serem.

Makasih ya dah diingetin :)

Tanti Kursyaf mengatakan...

gue pernah dimarahin "live" sama desi gara2 bawa stereofom buat bungkus makanan.... T___T jadi kalo cuma karna tulisan ini malah ada yang tersinggung bukannya malu...berarti mentalnya tidak lebih kuat dari anak di bawah umur seperti saya...fufufufufufu.... -,,- iya gak des...

Gilang Wicaksono mengatakan...

mungkin secara ga sadar ak bergaya hisup rada hijau. makan di warteg, jarang mandi, apalagi pake tissue

kecuali soal listrik, biasanya tidur pake tv nyala, komputer ditinggal donlot, tape nya juga nyala hehehe itung2 ngetes kemampuannya PLN^^

ndutyke mengatakan...

alhamdulillah, thanks for sharing. #followfriday blognya mbak de asmara! eh mbak, bikin twitter dongs,... hehehe... kalo ada postingan terbaru kan ane bisa langsung tau...

Posting Komentar