11 Mar 2009

Hari Bumi, tiap hari



Kebakaran hutan di mana2, pohon2 ditebangi, rumah dan gedung disemai di seluruh hamparan karpet bumi hingga nyaris tak ada lagi tanah lapang utk menyerap hujan, ... terpikirkah oleh kita jika hijau makin memudar, maka kita sedang membunuh diri kita sendiri? Siapakah yg akan 'berbaik hati' mengembalikan CO2 yg kita buang menjadi O2 yg dapat kita hela lagi? Mustahilkah oksigen utk kita bernapas ini punah? Sesungguhnya tidak, itu sangat mungkin, dan kita sedang menuju ke sana... kita sedang menggergaji nafas kita sendiri....

Apa sebaiknya semua sampah dan limbah ini kita lempar ke angkasa saja? Bumi sudah lelah, kelebihan muatan yg menyakiti dirinya. Jagad toh begitu luas, manusia toh sudah bisa mencapai bulan, ke luar angkasa, bahkan mencari planet atau satelit yg mirip bumi (utk kemungkinan cadangan tempat tinggal), lalu mengapa tidak kita 'bungkus' saja sampah dan limbah yg luar biasa banyak itu dan kita terbangkan ke luar angkasa. Gue pikir itu hanya ide bodoh gue yg sudah sebegitu apatisnya... ternyata NASA saja sedang mengembangkan cara membuang sampah nuklir ke arah matahari agar terbakar habis.

Kalaulah memang belum mampu mencapai matahari, biarkan saja 'bungkusan' itu mengawang2 di angkasa raya sana, menjadi salah satu benda langit seperti yg lain. Tapi manusia bumi tetap harus dibatasi pembuangan sampahnya.
. Kenakan ongkos yg tinggi buat per gram sampah yg dibuang.
. Kenakan denda bagi mereka yg tidak memilah sampahnya sesuai kategori.
. Kenakan tarif yg berbeda sesuai jenis sampahnya, tentunya makin tidak ramah lingkungan sampah tersebut harus makin tinggi tarif pembuangannya.

Berikan jatah air utk masing2 rumah, pabrik, perusahaan, dll. Jangan dibiarkan memakai bebas merdeka seperti skrg. Jangan lagi pakai sistem pasca bayar. Tapi harus DIJATAH! Sadarkah persediaan air bersih makin menipis? Tahukah kalau struktur tanah amblas karena penyedotan air tanah yang membabibuta? Cukup pedulikah kita bahwa saudara2 kita di berbagai belahan bumi bahkan ada yg menyedot kencing kuda langsung dari anusnya utk minum karena tidak memiliki air??!?!

Kecil, tapi minimal inilah yg sudah gue lakukan:

  • Tidak membiarkan air luber terbuang percuma, tidak membiarkan keran mengucur terus menerus saat menggosok gigi atau mencuci
  • SELALU GUNAKAN ALARM kalau menyalakan mesin air atau mengisi bak mandi!
  • Menampung air AC dan menggunakan utk kebutuhan toilet
  • Memflush toilet dengan cara menekannya pelan2 bila buang air kecil, agar air yg keluar tidak seluruh persediaan di kotak toilet
  • Mandi menggunakan pancuran/shower
  • Tidak boros menggunakan tisu
  • Tidak memprint yg tidak diperlukan
  • Memprint kertas bolak-balik
  • Tidak menggunakan kertas kado utk membungkus kado, kalopun terpaksa, kertas kadonya dibuat mudah dibuka agar masih bisa digunakan berkali2 oleh penerima berikutnya
  • Tidak menggunakan amplop utk uang angpau (amplop pasti langsung disobek dan dibuang oleh empunya hajat. Bayangkan borosnya kertas berupa amplop, bayangkan pohon2 yg tumbang hanya untuk terbuang begitu saja), bungkus saja dengan rapi dalam kertas yg sudah tidak terpakai. Penerima angpau lebih mementingkan isinya, kok.
  • Bawa plastik/tas belanja sendiri, hingga tidak perlu diberi plastik lagi oleh pelayan/kasir
  • Mematikan lampu/alat listrik yg tidak perlu
  • Copot kabel dari steker jika usai menggunakan, bukan hanya memencet tombol off
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Siap plastik di dalam tas utk membuang sampah sementara jika di jalan tidak ada tempat sampah
Kamu? Apa yg sudah kamu lakukan?

Pikirkan anak kita, cucu kita, bayi2 mungil yg lucu tak berdosa yg kelak akan tumbuh dewasa... Mereka semua berhak hidup layak. Jangan biarkan hidup kita meninggalkan jejak penuh noda bertabur lumpur & batu yg akan mempersulit hidup mereka kelak.

Canangkan di hati yg terdalam,

setiap hari adalah hari bumi

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book